Mega Proyek Rp 130 Miliar! Wajah Baru Pusat Kota Bojonegoro 2026: Pasar Kota 3 Lantai, Alun-Alun Modern, dan Taman Rajekwesi
Bojonegoro — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro resmi mengumumkan rencana penataan besar-besaran di pusat kota sepanjang tahun 2026. Tiga ikon utama kota — Pasar Kota, Alun-Alun, dan Taman Rajekwesi — akan direvitalisasi dengan total anggaran fantastis mencapai Rp 130,5 miliar. Proyek ambisius ini diharapkan mengubah wajah Bojonegoro menjadi kota yang lebih modern, inklusif, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kabar ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Bojonegoro, terutama para pedagang di Pasar Kota yang selama ini menantikan perbaikan fasilitas. Lantas, seperti apa detail mega proyek ini?
Pasar Kota Bojonegoro Disulap Jadi Gedung 3 Lantai — Anggaran Rp 80 Miliar
Proyek terbesar dari seluruh rencana revitalisasi ini adalah pembangunan ulang Pasar Kota Bojonegoro dengan alokasi anggaran mencapai Rp 80 miliar. Pasar yang terletak di tepi Bengawan Solo ini akan dibongkar total dan dibangun kembali menjadi gedung modern berlantai tiga dengan konsep multifungsi.
Berikut rincian pemanfaatan setiap lantai:
- Lantai 1 dan 2 — Digunakan untuk kios dan lapak pedagang dengan penataan yang lebih rapi, modern, bersih, dan humanis. Desain baru ini bertujuan memberikan kenyamanan maksimal baik bagi pedagang maupun pembeli.
- Lantai 3 — Direncanakan sebagai sarana olahraga dan kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro. Konsep ini menjadikan Pasar Kota bukan sekadar pusat transaksi ekonomi, tetapi juga pusat aktivitas positif bagi masyarakat dan atlet lokal.
Rencana pembangunan ini tidak dilakukan secara sepihak. Pemkab Bojonegoro telah melibatkan dialog dan kesepakatan langsung dengan para pedagang pasar sejak Agustus 2025. Pendekatan partisipatif ini dilakukan agar kepentingan pedagang tetap terakomodasi selama proses pembangunan berlangsung.
"Pasar Kota nantinya bukan hanya tempat jual-beli, tapi juga menjadi ruang interaksi sosial dan mendukung kegiatan komunitas," ujar Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.
Alun-Alun Bojonegoro Ditata Ulang — Anggaran Rp 28 Miliar
Selain Pasar Kota, Alun-Alun Bojonegoro yang menjadi jantung kota juga akan mendapatkan sentuhan revitalisasi dengan anggaran sebesar Rp 28 miliar. Berbeda dengan Pasar Kota yang akan dibongkar total, revitalisasi alun-alun dilakukan melalui penataan ulang yang signifikan — tanpa menghilangkan nilai sejarah yang telah melekat selama puluhan tahun.
Beberapa fokus penataan Alun-Alun Bojonegoro meliputi:
- Penataan area parkir — Agar lebih teratur dan tidak semrawut seperti kondisi saat ini
- Sentralisasi Pedagang Kaki Lima (PKL) — PKL akan ditata di zona khusus agar lebih tertib tanpa mengganggu fungsi utama alun-alun
- Penguatan fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) — Menjadikan alun-alun sebagai paru-paru kota yang asri dan nyaman untuk keluarga
- Preservasi nilai historis — Menjaga keselarasan antara Masjid Agung Darussalam, Alun-Alun, Pendopo Malowopati, dan Pasar Kota sebagai satu kesatuan kawasan bersejarah
Proses perencanaan telah memasuki tahap Detailed Engineering Design (DED) sejak Oktober 2025, dan masterplan telah rampung pada November 2025. Pengerjaan fisik ditargetkan dimulai pertengahan tahun 2026.
Taman Rajekwesi Juga Ikut Direvitalisasi — Anggaran Rp 22,5 Miliar
Melengkapi paket revitalisasi pusat kota, Taman Rajekwesi juga akan mendapat jatah anggaran sebesar Rp 22,5 miliar. Taman ini akan ditata ulang untuk menjadi destinasi rekreasi keluarga yang lebih representatif dan terintegrasi dengan kawasan Alun-Alun dan Pasar Kota.
Masterplan Taman Rajekwesi telah selesai disusun bersamaan dengan Alun-Alun pada November 2025.
Rincian Anggaran Mega Proyek Penataan Pusat Kota Bojonegoro 2026
| Proyek Revitalisasi | Anggaran | Status |
|---|---|---|
| Pasar Kota Bojonegoro (3 lantai multifungsi) | Rp 80 miliar | Siap dibangun 2026 |
| Alun-Alun Bojonegoro | Rp 28 miliar | DED selesai, fisik pertengahan 2026 |
| Taman Rajekwesi | Rp 22,5 miliar | Masterplan selesai Nov 2025 |
| TOTAL | Rp 130,5 miliar |
Dampak Besar bagi Ekonomi dan Kehidupan Warga Bojonegoro
Mega proyek ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat Bojonegoro:
- Pedagang Pasar Kota — Mendapatkan tempat berdagang yang lebih layak, bersih, dan modern. Hal ini diharapkan meningkatkan omzet dan daya tarik pasar tradisional di era digital.
- Pelaku UMKM — Penataan PKL yang lebih tertata membuka peluang ekonomi baru di kawasan pusat kota
- Atlet dan Komunitas Olahraga — Kehadiran fasilitas olahraga di lantai 3 Pasar Kota menjadi angin segar bagi pengembangan prestasi olahraga daerah
- Warga Umum — Ruang publik yang lebih nyaman dan asri untuk berkumpul, berolahraga, dan berekreasi bersama keluarga
- Sektor Pariwisata — Wajah pusat kota yang lebih cantik dan modern berpotensi menarik wisatawan untuk berkunjung ke Bojonegoro
Konteks Pembangunan: Bojonegoro Menuju Kota Modern
Mega proyek penataan pusat kota ini sejalan dengan visi "Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan" yang diusung oleh Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah. Langkah ini juga melengkapi serangkaian program pembangunan lain yang tengah digenjot, di antaranya:
- Infrastruktur desa senilai Rp 806 miliar untuk 320 desa melalui BKKD
- Pengembangan Geopark Bojonegoro menuju status Aspiring UNESCO Global Geopark
- Penyusunan Ripparkab (Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Kabupaten) 2026–2030
- Pembangunan Destinasi Wisata Galeri Bengawan
- Peluncuran Kalender Event 2026 dengan 58 agenda budaya dan seni
Dengan total investasi infrastruktur yang masif, Bojonegoro menunjukkan komitmen serius untuk bertransformasi menjadi kota yang lebih maju dan berdaya saing tinggi di Jawa Timur.
Bagaimana Pendapat Warga?
Rencana mega proyek ini telah menuai beragam respons dari masyarakat. Sebagian besar warga menyambut positif dengan harapan pusat kota menjadi lebih nyaman dan modern. Namun, ada pula kekhawatiran terkait nasib pedagang selama masa pembangunan dan potensi kemacetan di kawasan proyek.
Pemkab Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi dan berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan daerah.
Bagaimana pendapat Anda tentang mega proyek penataan pusat kota Bojonegoro ini? Sampaikan pandangan Anda di kolom komentar!
Pemkab Fasilitasi Transportasi Balik Gratis, Stasiun Bojonegoro Bukukan 46 Ribu Penumpang di Lebaran 2026
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Stasiun Bojonegoro, Ribuan Penumpang Padati Stasiun
Rest Area Mudik Bojonegoro 2026: Fasilitas Lengkap 24 Jam untuk Pemudik
💬 Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!