LPG 3 Kg Langka di Bojonegoro Jelang Idulfitri, Harga Melonjak hingga Rp 35 Ribu
Bojonegoro — Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026, warga Kabupaten Bojonegoro mengeluhkan kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai "LPG melon". Selain sulit ditemukan, harga di tingkat pengecer dilaporkan melonjak hingga Rp 30.000 bahkan Rp 35.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp 18.000.
Kelangkaan Merata di Hampir Seluruh Kecamatan
Kelangkaan LPG bersubsidi ini disebut sudah terjadi sejak sepekan terakhir dan merata di hampir seluruh kecamatan di Bojonegoro. Warga Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, mengaku bahwa stok tabung isi ulang gas LPG hijau sudah langka sekitar 4 hari yang lalu. Mereka berusaha mencari stok gas ekonomis tersebut di sejumlah pangkalan, namun hasilnya nihil.
Kondisi serupa dirasakan warga di kecamatan-kecamatan lain. Bahkan di media sosial Facebook, ada yang menawarkan LPG 3 kg dengan harga Rp 100.000 untuk 2 tabung, menunjukkan betapa langkanya stok gas melon di lapangan.
Kebutuhan Meningkat Jelang Lebaran
Kelangkaan ini terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang Idulfitri. Banyak warga yang membutuhkan gas untuk memasak berbagai hidangan khas Lebaran. Pedagang kecil dan UMKM kuliner juga terdampak karena bergantung pada LPG 3 kg sebagai bahan bakar utama operasional mereka.
Pertamina Klaim Distribusi Tetap Normal
Menanggapi keluhan warga, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Bojonegoro dalam kondisi aman. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa stok LPG 3 kilogram di tingkat agen maupun pangkalan resmi masih terjaga dan disalurkan sesuai HET.
"Stok LPG bersubsidi di Bojonegoro saat ini aman dan tetap disalurkan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Ahad.
Pertamina Tambah 90.487 Tabung
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran LPG 3 kg di Kabupaten Bojonegoro melalui mekanisme fakultatif dan extradropping. Tambahan pasokan mencapai sekitar 8 persen atau sekitar 90.487 tabung dari rata-rata penyaluran harian. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi LPG masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.
Sinergi dengan Pemkab Bojonegoro
Pertamina juga memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop-UM) untuk memantau distribusi di lapangan. Warga diimbau untuk membeli LPG 3 kg hanya di pangkalan resmi dan melaporkan jika menemukan penjualan di atas HET melalui kanal pengaduan Pertamina di 135 atau melalui aplikasi MyPertamina.
Pemkab Bojonegoro sendiri melalui Disdagkop-UM telah melaksanakan rapat koordinasi bersama Pertamina terkait pengendalian harga dan distribusi LPG bersubsidi agar tepat sasaran.
Harga LPG 3 Kg di Bojonegoro Saat Ini
- HET resmi: Rp 18.000 per tabung
- Harga pengecer: Rp 21.000 – Rp 30.000 per tabung
- Harga tertinggi ditemukan: Rp 35.000 per tabung
- Harga di media sosial: Rp 50.000 per tabung (2 tabung Rp 100.000)
Warga yang menemukan penjualan LPG 3 kg di atas HET atau praktik penimbunan dapat melapor ke Pertamina melalui Contact Center 135, aplikasi MyPertamina, atau langsung ke Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro.
Sidak LPG Bojonegoro: Petugas Temukan Pangkalan Nakal, Wabup Nurul Azizah Turun Langsung
Resmi! M. Choirul Huda Ditetapkan Jadi Dirut Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri, Di-support Modal Rp 25 Miliar
Rest Area Mudik Bojonegoro 2026: Fasilitas Lengkap 24 Jam untuk Pemudik
💬 Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!