Sidak LPG Bojonegoro: Petugas Temukan Pangkalan Nakal, Wabup Nurul Azizah Turun Langsung

46 views ⏱ 4 menit
LPG 3Kg Langka
LPG 3Kg di Bojonegoro Langka

Bojonegoro — Kelangkaan LPG 3 kilogram yang meresahkan warga Bojonegoro jelang Idulfitri 1447 H akhirnya mendapat respons tegas dari pemerintah daerah. Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bersama jajaran Polres Bojonegoro dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung melakukan inspeksi ke sejumlah titik distribusi LPG pada Rabu (18/3/2026).

Sidak gabungan ini dilakukan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Swarna Bina di Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, serta empat pangkalan LPG di Desa Kapas dan Desa Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro Kota. Turut hadir dalam pengecekan ini Kanit II Sat Reskrim Polres Bojonegoro IPDA A. Zaenan Na'im.

Ditemukan Pangkalan Jual LPG di Atas HET

Hasil sidak mengungkap fakta mengejutkan. Petugas gabungan menemukan adanya pangkalan nakal yang menjual LPG 3 kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Padahal, HET yang ditetapkan pemerintah untuk LPG 3 kg bersubsidi adalah sekitar Rp 18.000 per tabung.

Di lapangan, harga LPG melon di tingkat pengecer ditemukan bervariasi mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 35.000 per tabung. Bahkan di media sosial, ada yang menawarkan dengan harga mencapai Rp 50.000 per tabung.

Wakil Bupati Nurul Azizah menegaskan bahwa langkah inspeksi ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap keluhan masyarakat yang meresahkan, terutama menjelang hari raya.

Penyebab Kelangkaan: Cuaca Buruk Hambat Distribusi

Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Bojonegoro, Ahmadi, menjelaskan bahwa penyebab utama kelangkaan adalah faktor cuaca buruk yang menghambat distribusi dari Pertamina.

"Terjadi keterlambatan distribusi dari Pertamina karena cuaca buruk sehingga kapal tidak bisa sandar," ujar Ahmadi, Selasa (17/3/2026).

Akibatnya, pasokan LPG ke SPBE sempat tersendat dan berdampak hingga ke tingkat agen serta pangkalan. Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya permintaan masyarakat di penghujung Ramadan menjelang Lebaran, baik dari rumah tangga maupun pelaku UMKM kuliner.

Kronologi Kelangkaan:

  • Awal Maret 2026 — Cuaca buruk di perairan menyebabkan kapal pengangkut LPG Pertamina tidak bisa sandar tepat waktu
  • Minggu, 15 Maret — SPBE mulai terisi kembali setelah kapal berhasil bersandar
  • Senin, 16 Maret — LPG mulai didistribusikan ke agen dan diteruskan ke pangkalan
  • Selasa, 17 Maret — Warga masih mengeluhkan kelangkaan dan harga mahal di sejumlah kecamatan
  • Rabu, 18 Maret — Wabup Nurul Azizah dan Polres Bojonegoro gelar sidak gabungan, temukan pangkalan nakal

Pemkab Kirim Surat ke Pertamina Minta Tambahan Kuota

Tidak hanya melakukan sidak, Pemkab Bojonegoro juga mengirimkan surat resmi ke Pertamina untuk meminta tambahan kuota LPG 3 kg. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan gas bersubsidi mencukupi kebutuhan masyarakat, khususnya selama periode Ramadan hingga pasca-Lebaran.

Disdagkop UM Bojonegoro telah melaksanakan rapat koordinasi intensif bersama Pertamina terkait pengendalian harga dan distribusi LPG bersubsidi agar tepat sasaran.

Pertamina Tambah Pasokan 90.487 Tabung

Merespons situasi di lapangan, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus (Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara) mengambil langkah konkret dengan menambah penyaluran LPG 3 kg di Kabupaten Bojonegoro melalui mekanisme fakultatif dan extra dropping.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan:

"Stok LPG bersubsidi di Bojonegoro saat ini aman dan tetap disalurkan sesuai ketentuan yang berlaku. Kami menambah pasokan sekitar 8 persen atau sekitar 90.487 tabung dari rata-rata penyaluran harian."

Pertamina juga menegaskan bahwa pemantauan distribusi terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan LPG mencukupi dan tersalurkan sesuai ketentuan pemerintah.

Kelangkaan Juga Terjadi di Daerah Lain

Fenomena kelangkaan LPG melon menjelang Lebaran tidak hanya terjadi di Bojonegoro. Sejumlah daerah di Jawa Timur dan daerah lain juga mengalami kondisi serupa:

  • Blora, Jawa Tengah — Pedagang kopi mengeluh harga gas melon tembus Rp 25 ribu per tabung
  • Malang Raya — Konsumsi elpiji 3 kg diprediksi naik 15 persen saat Lebaran 2026
  • Bondowoso — Kelangkaan gas melon menjadi fenomena yang berulang setiap tahun

Hal ini menunjukkan bahwa lonjakan permintaan LPG menjelang Lebaran merupakan fenomena nasional yang memerlukan antisipasi distribusi lebih baik dari tahun ke tahun.

Harga LPG 3 Kg di Bojonegoro: Update Terkini

KeteranganHarga
HET Resmi PemerintahRp 18.000/tabung
Harga di pangkalan resmiRp 18.000 – Rp 21.000/tabung
Harga di toko pengecerRp 25.000 – Rp 30.000/tabung
Harga tertinggi ditemukanRp 35.000/tabung
Harga di media sosialRp 50.000/tabung

Cara Melaporkan Penjualan LPG di Atas HET

Warga yang menemukan penjualan LPG 3 kg di atas HET atau praktik penimbunan dapat melapor melalui:

  • Contact Center Pertamina: 135
  • Aplikasi MyPertamina
  • Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Bojonegoro
  • Polres Bojonegoro

Masyarakat diimbau untuk membeli LPG 3 kg hanya di pangkalan resmi dan tidak membeli dari pengecer yang menjual di atas HET agar tidak mendorong praktik permainan harga.

Bagikan

Artikel Terkait

💬 Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!