Bongkar Mesin Tanpa Kursus: Kisah Daffa, Siswa SD Dander Bojonegoro yang Terbukti Jenius

34 views ⏱ 2 menit
Daffa Ardian Pratama
Daffa Ardian Pratama

BOJONEGORO - Sebuah kisah inspiratif sekaligus mengejutkan datang dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Daffa Ardian Pratama, seorang bocah yang baru duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD), belakangan ini mendadak viral dan menuai decak kagum dari berbagai kalangan. Betapa tidak, di usianya yang masih sangat belia, Daffa memiliki kemampuan luar biasa di bidang mekanika dan elektronika yang didapatkannya murni secara otodidak.

Ketertarikan pada Mesin Sejak TK

Bakat luar biasa Daffa tidak datang secara tiba-tiba. Menurut penuturan kedua orang tuanya, Andik Sujianto dan Lusy Ardiana, ketertarikan sang anak terhadap dunia mekanika dan hal-hal yang berbau teknis sudah mulai terlihat menonjol sejak ia menempuh pendidikan di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Alih-alih bermain dengan mainan anak seusianya, Daffa lebih gemar mengamati dan berimajinasi dengan mesin kesayangan ayahnya.

Hingga kini, di kelas 3 SD, kemampuan Daffa semakin terasah. Ia dikabarkan mahir membongkar, merakit, hingga memperbaiki berbagai perabot elektronik rumah tangga seperti kipas angin yang rusak. Tidak berhenti sampai di situ, pemahamannya mengenai sistem kerja komponen kendaraan roda dua pun cukup mumpuni, layaknya seorang montir dewasa yang berpengalaman.

Sempat Dikhawatirkan Orang Tua

Memiliki anak dengan bakat di atas rata-rata rupanya sempat menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi Andik dan Lusy. Sang ayah mengaku, perilaku Daffa yang "berbeda" dan kecenderungannya yang terlalu asyik mengutak-atik mesin membuatnya waswas. Berangkat dari rasa khawatir, Daffa pun sempat dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk diperiksakan secara medis.

Hasil pemeriksaan menjadi titik balik kelegaan keluarga. Daffa dinyatakan dalam kondisi yang sangat sehat secara psikologis, bukan mengalami gangguan kejiwaan, melainkan dikategorikan murni sebagai anak dengan kecerdasan di atas rata-rata atau jenius. Dokter dan ahli setempat menyimpulkan bahwa fokus luar biasa Daffa adalah bentuk penyaluran bakat dari kapasitas otaknya yang spesial.

Langkah Edukasi dan Pengasuhan Khusus

Menyadari potensi mutiara yang bersembunyi dalam diri putranya, Andik Sujianto kini tengah memutar otak untuk merencanakan pendidikan yang terbaik. Demi mendukung tumbuh kembang Daffa agar lebih terarah, pihak keluarga berencana untuk mengkonsultasikan perkembangan psikologis sang anak ke psikolog anak profesional. Hal ini dilakukan guna memperoleh panduan komprehensif terkait pola asuh (parenting) dan ekosistem pendidikan yang paling menunjang bagi anak dengan daya tangkap luar biasa.

Kisah Daffa Ardian Pratama menjadi sebuah pembuktian nyata bahwa Kabupaten Bojonegoro menyimpan benih-benih bakat jenius yang patut mendapatkan perhatian lebih, baik dari ranah akademisi masa depan, dukungan pemerintah, maupun doa dari masyarakat luas.

Bagikan

Artikel Terkait

💬 Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!