Pesona Waduk Pedang Kedungadem: Wisata Eksotis di Tengah Persawahan Bojonegoro

41 views ⏱ 3 menit
Waduk Pedang Kedungadem Bojonegoro
Waduk Pedang Kedungadem Bojonegoro

Bojonegoro - Satu lagi destinasi wisata alam yang tak boleh dilewatkan saat bertandang ke ujung timur wilayah Bojonegoro. Adalah Waduk Pedang, atau yang sering disebut warga setempat sebagai Embung Kepohkidul. Berada di Kecamatan Kedungadem, kawasan perairan nan sejuk ini memberikan pesona alternatif rekreasi, khususnya bagi Anda yang ingin melarikan diri dari hiruk-pikuk aktivitas perkotaan.

Sejarah dan Peran Vital Waduk Pedang

Ditelisik dari rekam jejaknya, Waduk Pedang sejatinya adalah sebuah embung yang dibangun oleh Dinas Pengairan Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2012 silam. Pembangunan embung dengan dimensi sekitar 100 x 100 meter dan kedalaman mencapai 7 meter ini merupakan bagian dari misi besar Pemkab Bojonegoro dalam proyek pembangunan 1.000 waduk kecil di 28 kecamatan.

Sebelum populer sebagai area pelesiran, fungsi utama dan paling krusial dari embung ini adalah sebagai penampung air tadah hujan. Air inilah yang menjadi nyawa bagi sistem irigasi sekaligus penyelamat area persawahan warga setempat dari ancaman kekeringan di musim kemarau panjang.

Sajian Wisata Alam Siang dan Malam yang Berbeda

Wisata alam di kawasan waduk umumnya identik dengan suasana yang panas menyengat, namun anggapan tersebut terpatahkan di Waduk Pedang. Dikelilingi rimbunnya pepohonan, angin desa yang berembus sepoi-sepoi membuat area embung ini sangat teduh dan damai saat disinggahi pada siang atau sore hari. Wisatawan sering memanfaatkan waktu di sini untuk sekadar relaksasi, duduk-duduk di gazebo, fotografi, hingga menyalurkan hobi memancing.

Menjelang petang hingga malam hari, eksotisme Waduk Pedang justru semakin terpancar. Pantulan cahaya lampu di atas permukaan air waduk menciptakan suasana romantis ala pedesaan yang menenangkan jiwa. Pada waktu tertentu seperti pergantian tahun atau akhir pekan panjang, suasana malam ikut dihidupkan dengan hiburan musik elektone lokal yang sukses menyedot animo luar biasa dari warga sekitar.

Motor Perekonomian dan Partisipasi UKM di Desa Kepohkidul

Letaknya yang sangat strategis, karena berada tepat di tepi persimpangan Jalan PUK Kedungadem, makin mempermudah akses wisatawan dari berbagai penjuru desa. Kemudahan ini tentu dimaksimalkan oleh elemen masyarakat desa.

Kepala Desa Kepohkidul, Samudi, menyebutkan bahwa kehadiran destinasi Wisata Waduk Pedang menjadi kebanggaan sekaligus harapan baru untuk menggerakkan perekonomian warganya melalui partisipasi Usaha Kecil Menengah (UKM). Pengelolaan wilayah wisata ini turut menggandeng peran andil Karang Taruna Desa untuk menumbuhkan sikap kemandirian dan partisipasi usaha yang terintegrasi di bidang kuliner khas desa.

Biaya Akses, Fasilitas, dan Evaluasi Jujur untuk Pengunjung

Hingga informasi ini dihimpun, memasuki area Waduk Pedang bisa dikatakan sangat hemat kantong karena pengunjung tidak dipungut Harga Tiket Masuk (HTM) secara khusus, melainkan hanya perlu membayar uang parkir kebersihan dengan kisaran Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk pengguna mobil. Meski demikian, karena proyek perapian taman masih dalam skala swadaya desa yang terus disempurnakan pelan-pelan, kelengkapan utilitas seperti jumlah toilet umum mungkin belum memadai bagi kapasitas pengunjung berjumlah masif, sehingga Anda disarankan tetap bijak merencanakan persinggahan.

Rekomendasi Rute Wisata Pilihan Lainnya

Selain eksplorasi pesawahan khas Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro terus berbenah membangkitkan wilayah wisata berbasis desa di kawasan lainnya. Jika Anda gemar menjelajahi kawasan telaga yang cantik, Anda wajib mengintip daya tarik wisata sejenis di Kecamatan Padangan lewat artikel: Pesona Waduk Sonorejo Padangan Bojonegoro: "Telaga Sarangan" Baru yang Menggeliat.

Tetap jaga kebersihan area wisata dan mari gerakkan ekonomi desa dengan pelesiran di Bojonegoro!

Bagikan

Artikel Terkait

💬 Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!